Kamis, 24 Maret 2011

Pendidikan karakter

Pendidikan kita sekarang ini lagi hangat-hangatnya memperbincangkan mengenai pendidikan karakter, awal mulanya pemikiran pendidikan karakter dimulai dari rasa keprihatin bangsa ini akan perilaku masyarakat yang diluar kendosi normal, misalnya banyaknya kegiatan korupsi baik di tingkat pusat sampai ke tingkat daerah, tawuran antar remaja, bentrokan antar pemeluk agama, suku, antar pendukung kesebelasan, pembunuhan karena perkara sepele yang sebetulnya tidak diperlukan sampai menghilangkan satu nyawa bahkan lebih. Kemerosotan moral, ethos kerja, pejuang yang gigih, berjuang mempertahankan harga diri, seperti pejuang dahulu saat merebut arti kemerdekaan kini telah hilang dari ruh bangsa kita.
Sementara ini konsep yang diberikan dan dicoba untuk diterapkan adalah menyisipkan ketrampilan atau nilai-nilai pendidikan karakter disisipkan di semua mata pelajaran dimasukan dalam silabus, dan guru di beri tambahan tanggungjawab yang menurut penulis adalah pekerjaan yang sangat berat. Guru diberi tugas menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter disetiap standar kompetensi yang ada pada setiap kompetensi dasar.
Menurut saya sebagai insan pendidikan amatlah berat jika memang guru betul-betul coba mengimplementasikan konsep tersebut. Disamping guru harus meningkatkan kualitas pembelajarannya, disamping guru harus bisa meningkatkan pemahaman siswa, guru harus juga menanamkan nilai-nilai karakter yang baik pada siswa.
penulis memberikan alternatif penanaman pendidikan karakter melalui.....

Rabu, 28 November 2007

Menjadi Guru yg disukai

Guru adalah sebuah profesi yang sangat mulia, dimana tugas dan fungsi guru sangatlah penting bagi bagi generasi yang akan datang, bisa dikatakan maju tidaknya sebuah negara, baik tidaknya sebuah negara ditentukan oleh cara guru mengolah generasi muda menjadi manusia yang bertaqwa, cerdas, pintar, kreatif, cendekiawan, dan membuat empati terhadap bangsa indonesia. Untuk dibutuhkan sosok guru yang disukai oleh siswa, menjadi teladan bagi siswa, menjadi sosok yang digugu dan ditiru (sifat yang positif). Menjadi guru yang profesional yang disukai siswanya bukan masalah mudah dibutuhkan kesimbangan antara pengabdian dan reward bagi guru tersebut. Adanya perhatian dari sekolah, orang tua (wali siswa) dan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tentunya menjadi motivator yang sangat besar bagi peran guru.